Balada Pendidikan Indonesia

Pendidikan! Bagaimanapun pendidikan di Indonesia menjadi cicipan manis termahal buat para kaum menengah ke bawah alias para kaum miskin. Bisa dikatakan hanya beberapa janji realisasi dari pemimpin negeri yang mampu terbukti. Adanya ketidakmerataan pendidikan beserta fasilitasnya menjadi penghalang terberat buat para penerus bangsa, para mutiara di tengah tumpukan pasir hitam yang tak terjamah.

Ketidakmampuan para kaum miskin untuk menikmati pendidikan yang menjadi persyaratan terpenting demi perubahan nasib pun semakin memperosokkan kehidupan mereka. Tidak jarang, banyak anak kecil yang rela membantu kedua orang tua mereka mencari penghasilan dari jalan yang harusnya tidak mereka lakukan. Hal tersebut semata-mata hanya agar mereka bisa melanjutkan pendidikan di sekolah. Walaupun, mereka hanya mampu menikmati pendidikan di sebatas sekolah dasar. Yah, lagi-lagi biaya menjadi penghalang nomor satu buat kemajuan mereka.

Mutiara bangsa yang terkadang harus menerima kenyataan pahit untuk menghentikan mimpi mereka mencicipi manisnya ilmu pengetahuan. Manisnya kehidupan dengan pengetahuan akan apa yang ada di dunia ini. Satu hal yang perlu dicatat, adanya beberapa keteledoran pemerintah untuk menyediakan fasilitas pendukung pendidikan yang belum terlaksana menjadi fokus utama yang mesti dibenahi. Pendidikan Indonesia dengan program wajib belajar 9 tahun yang masih mengalami kekurangan disana-sini.

Hal tersebut masih diperparah dengan adanya korupsi dana pendidikan sehingga adanya beberapa dana pangkasan untuk mengembangkan dan meningkatkan sistem pendidikan di Indonesia. Bayangkan, berapa banyak dana yang dianggarkan pemerintah untuk pendidikan? Dan berapa banyak sekolah layak yang tersebar di Indonesia? Mungkin separuh dari sekolah yang ada masih bisa dikatakan tidak layak pakai lagi.

Di beberapa daerah misalnya, ada beberapa gedung sekolah yang disita oleh personal hanya karena biaya sewa tanah yang tak terbayarkan. Begitu miris memang. Ditambah lagi dengan beberapa sekolah di daerah-daerah terpencil dan belum terjamah dengan teknologi canggih yang gedung sekolahnya setengah rubuh. Apa pemerintah masih ingin menutup mata akan hal ini? Apa masih harus menunggu beberapa sorotan media nasional maupun internasional lagi untuk menyadarkan mereka para pemimpin negara agar lebih memperhatikan rakyat kecil? Harus berapa banyak korban dari ketidakmerataan pendidikan ini lagi?

Pendidikan memang menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi kaum papah. Mereka mengharapkan setidaknya anak-anak mereka bisa mencicipi sedikit saja dari ilmu pengetahuan yang ditawarkan oleh sekolah. Contohnya saja, ada beberapa keluarga yang menyekolahkan anaknya hanya sampai kelas 3 ataupun 4 SD dikarenakan ketidakcukupan biaya. Itupun tetap disyukuri oleh mereka karena sang anak sudah memiliki bekal membaca dan berhitung. Yah, dirasa cukup untuk sekedar bekerja sebagai buruh rendahan. Sampai kapan mata rantai kemiskinan bakal terlepas dari keluarga tersebut apabila pemikiran ini tetap dibiarkan?

Entah kenapa pendidikan dirasa cukup oleh sebagian keluarga apabila sang anak telah memiliki setidaknya kemampuan menulis dan membaca. Bahkan ada beberapa daerah di Indonesia yang masih memiliki angka buta huruf yang cukup mengagetkan. Sebagian besar penduduk di wilayah tersebut tidak mengenal huruf selain bahasa lisan mereka sehari-hari. Mencengangkan? Pasti! Mungkin hal pertama yang terpikirkan oleh kita adalah dimana pemerintah saat ini? Tapi, kita juga tidak seharusnya menyalahkan pemerintah. Kenapa? Karena dari tangan kita juga harus ada kesadaran untuk mau ikut andil dalam pendidikan bagi kaum miskin tersebut.

Sudah seharusnya kesadaran masyarakat khususnya para sarjana pendidikan untuk mengajar di pelosok daerah tanpa memikirkan bayaran tinggi ditingkatkan. Ini guna membantu mensukseskan wacana pemerintah akan wajib belajar 9 tahun. Indonesia bisa dikatakan ketinggalan sistem pendidikannya dari negara-negara tetangga, tetapi kita tetap bisa menghasilkan talenta-talenta luar biasa di kancah internasional. Sebagai contoh, sudah berapa banyak medali emas maupun perak yang kita dapatkan dari ajang bergengsi olimpiade sains? Ini menjadi bukti bahwa anak-anak Indonesia memiliki otak yang luar biasa cemerlang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: