Ide Kewirausahaan

Ide usaha : “Kafe butik dalam satu kawasan”

Jenis kewirausahaan : Bisnis

Alasan memilih kewirausahaan ini:

  1. Berhubung saya memiliki kebiasaan mencicipi makanan ringan olahan keluarga, jadi saya berpikiran untuk memasarkan produk olahan rumahan dengan ide rahasia keluarga tapi berkualitas tinggi. Artinya, saya ingin menciptakan ide baru atau inovasi baru dari resep yang telah ada di pasaran. Dengan menggunakan beberapa ide kreatif dari anggota keluarga. Saya meniru beberapa kebiasaan keluarga saya yang memang menawarkan beberapa produk ciptaan keluarga ke kalangan teman-teman. Contohnya, sewaktu lebaran Idul Fitri, keluarga saya terutama tante biasanya menerima orderan pembuatan beberapa kue bolu ataupun kue kering dengan resep dari tangan kami sendiri.
  2. Kenapa saya memilih butik? Jawabannya simpel, karena dari awal semester dulu saya memang telah memulai usaha kecil-kecilan sebagai online shop di kalangan teman-teman. Sampai sekarang saya masih menggeluti usaha tersebut tetapi masih stuck belum ada kemajuan yang sangat berarti. Mungkin karena memang sayanya yang belum secara serius menggeluti usaha tersebut. Sekarang yang saya rintis adalah khusus untuk pakaian wanita dan muslimah. Dan kesukaan saya akan dunia fashion membawa saya kepada konsep ini.

Untuk kedepannya, saya ingin ide usaha ini bisa saya kembangkan. Meniru dari seorang Ahmad Fuadi yang sebelumnya telah menjadi tokoh inspiratif bagi saya, saya ingin hasil dari Kafe Butik ini nantinya bisa saya gunakan untuk membangun sebuah rumah baca ataupun rumah singgah. Ini yang menjadi keinginan saya.

Konsep dari Kafe Butik saya mengusung Garden Kafe untuk kafenya. Disini saya memilih garden kafe karena saya pikir tema modern ataupun sejenisnya sudah terlalu menjamur. Dan selalu memberikan kesan yang sama. Artinya masih ada peluang kafe bertema ruang terbuka untuk mampu bersaing sebagai tempat yang nyaman bagi para pengunjungnya. Kesan yang selama ini diberikan oleh kafe bernuansa vintage ataupun modern memberikan penilaian pertama bagi pengunjung hanya sebagai tempat nongkrong bagi kaum jetset. Tapi, di kafe ini berbeda. Saya ingin memberikan konsep taman dengan kesan homey. Sehingga setiap pengunjung merasa seperti di rumah sendiri. 

Beberapa pastry yang nantinya akan saya hadirkan bagi kafe saya adalah:

  1. Rainbow cake yang menggunakan inovasi sendiri. Saya ingin membuat rainbow cake sebagai kudapan yang terjangkau bagi semua kalangan. Artinya, setiap bahan yang dipakai tidak harus diimpor dari luar negeri. Tetapi, bisa menggunakan produk lokal. Krimnya bisa dengan menggunakan susu murni yang diolah dengan campuran beberapa bahan kue.
  2. Red Velvet cake. Kue dengan tekstur lembut dan krim susu di bagian tengah dan memiliki warna yang khas, yaitu merah. Kudapan ini lebih disukai oleh penikmat ataupun pecinta makanan manis. Karena memberikan kesan lembut dalam setiap gigitannya.
  3. Pie buah. Saya ingin mencontoh pie yang biasanya dibuat oleh bude saya. Beliau sering membuatkan orderan untuk para pelanggannya dengan topping buah segar bukan buah kaleng yang biasanya sering dibuat oleh toko pastry ternama. Biasanya yang menjadi topping pie Beliau adalah buah nanas, bengkuang, pepaya dan anggur. Dengan menggunakan agar-agar original sebagai perekat buah topping pienya.
  4. Cupcake pulut hitam. Kenapa saya memilih ini? Karena kebanyakan bahan dasar dari pembuatan cupcake adalah tepung terigu, tetapi belum ada yang menjual cupcake berbahan dasar tepung pulut hitam. Beberapa waktu yang lalu, tante saya bereksperimen dengan pembuatan cupcake ini. Hasilnya Alhamdulillah memuaskan. Saya membantu Beliau membuat orderan untuk para temannya. Saya ingat waktu itu saya masih semester 1 dan pulang ke rumah untuk merayakan Idul Adha. Saya yang turun sendiri ke dapur untuk pembuatannya. Dan saya sempat membawanya untuk oleh-oleh teman kosan, hasilnya memang memuaskan. Jadi, tidak ada salahnya kalo resep ini saya gunakan di kafe saya.
  5. Ombre cake. Menampilkan gradasi warna dari sebuah cake. Biasanya diawali dengan warna terang yang semakin lama semakin memudar. Hampir sama dengan rainbow cake, cake ini memiliki tekstur lembut dan manis saat dimakan. Dengan lapisan krim susu di setiap lapisannya.
  6. Stick Royco. Kedengarannya biasa yah? Tapi, ini salah satu sumber penghasilan keluarga saya ketika Lebaran Idul Fitri datang. Eits, jangan kira hasilnya sedikit lho. Karena kadang dalam seminggu kami harus membuat sekitar 20 kg stick royco pesanan pelanggan. Dan hasilnya lumayan sebagai kue kering yang biasanya ada di saat lebaran. Saya memilih ini dimasukkan ke dalam menu kafe karena saya pikir bakal banyak orang yang jatuh hati dengan stick royco ala Bunda saya. Beliau selalu mengirimkan saya makanan ini setiap bulan. Dan saya jatuh hati dengan makanan ini sampai sekarang hingga menjadi menu favorit keluarga.
  7. Martabak mie. Ini sebenarnya kudapan sore hari di rumah tapi menu ini termasuk dalam salah satu menu andalan dari Bu Mis. Dia tante saya yang membuka usaha kantin dan katering. Dari dia saya belajar beberapa resep kue kecil dan bolu. Saya rasa kudapan ini pas untuk menjadi salah satu menu karena rasanya yang Indonesia banget dan memang bikin ketagihan.
  8. Bolu tomat + wortel. Sebenarnya ini resep Tante dan Bude saya. Mereka hobi sekali berkreasi dengan yang namanya bolu dan pastry. Bahkan sampai sekarang saya tetap menikmati bolu seperti ini setiap pulang. Cita rasanya yang kaya akan sayuran tetapi tidak bikin eneg juga teksturnya yang lembut membuat setiap orang bakal berpikiran untuk makan lagi dan lagi. Kenapa saya bilang begitu? Karena memang rasa manis yang didapat tidak seperti bolu lain yang memang 100% dari gula pasir, tetapi biasanya keluarga saya menggantikan dengan campuran madu dan gula pasir yang sedikit.

Untuk butiknya, saya mengambil tema Modern Hijab and Korean Style. Artinya, butik saya menyediakan busana bagi para muslimah yang tetap ingin tampil modis dengan hijab mereka. Tapi jangan takut bagi Anda yang tidak mengenakan hijab. Karena butik saya juga menyediakan pakaian yang memang diimport langsung dari Korea. Hal ini dikarenakan pakaian yang bertema Korean memang memiliki keunikan tersendiri. Selalu inovatif dan kaya warna menurut saya. Tidak jauh berbeda dengan kesukaan kaum hawa dari Indonesia.

Modern Hijab dari butik saya menyediakan busana bagi muslimah yang sangat modis tetapi tidak menyalahi aturan agama. Artinya pakaian tetap syar’i tetapi terlihat stylish. Anda bisa dengan mudah memadupadankan pakaian Anda. Bisa berkreasi sendiri dengan gaya apa yang Anda inginkan.

Dan pada akhirnya, keuntungan saya dari kafe butik ini ingin saya donasikan untuk pembangunan rumah baca maupun rumah singgah. Kenapa begitu? Karena saya dari dulu suka membaca dan sayang sekali kalau buku ataupun ilmu yang saya dapat tidak saya bagikan lagi. Kalo konsep rumah singgah, saya terisnpirasi dari beberapa rumah singgah yang ada. Menurut saya, banyaknya anak jalanan mengetuk pintu hati kita untuk mau memberikan sedikit perhatian kepada mereka. Melalui rumah singgah dan rumah baca tersebut, saya bisa sedikit berbagi dan belajar mencintai sesama secara lebih manusiawi.

2 Komentar (+add yours?)

  1. Nurjamaliah Darwis
    Mei 02, 2013 @ 13:47:30

    wahh “simpel” banget ide nya kak eka mardiana. sampe2 itu kawasan penuh semua sama usahanya.
    LUAR BIASA KREATIF. semoga bisnisnya lancar ya kak. makasih udah di share disini🙂

    #rakyatpekanbaru

    Balas

  2. Eka Mardiana
    Mei 04, 2013 @ 18:25:11

    terima kasih komennya😀
    maaf lho baru saya respon, itu sekedar sharing lho
    gak ada salahnya punya mimpi besar
    bukankah kesuksesan itu berasal dari sebuah ide cemerlang?😀

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: